Jangan takut untuk berinvestasi

Saturday, October 6, 2018

Jangan takut untuk berinvestasi


1. Takut Gagal
Coba perhatikan,  sudah menjadi pemandangan sehari-hari ketika akan melewati pintu tol dalam kota di Jakarta, terlihat antrea panjang kendaraan yang hendak bayar. Untuk para pemilik kartu e-toll, ada lajur khusus dan nyaris tidak perlu antre. Sangat praktis hanya perlu tempelkan kartu di loket elektronik, gerbang terbuka, dan ngenggg hanya dalam hitungan detik. Sementara itu, bagi yang melakukan secara tunai atau manual, harus antre beberapa saat untuk sampai ke loket pembayaran.
Bahkan kemewahan yang ditawarkan di jalur khusus tadi, ditambah lagi dengan iming-iming potongan harga tarif tol sekian persen, tetap saja jalur antrean manual masih menjadi idaman. Menggunakan kartu e-toll dan pertama kali melintas di jalur khusus, mungkin cukup menakutkan bagi sebagian orang. Takut tersendat lama, dan membayangkan pengemudi lainnya dibelakang menggerutu sambil membunyikan klakson. Padahal kegagalan terbesar kita justru tercipta saat kita memutuskan untuk tidak mencoba sesuatu yang baru, yang sebenarnya akan memberi manfaat lebih untuk kita. Sama halnya dengan berinvestasi.
Cerita kegagalan dalam berinvestasi kerap terjadi justru karena kita bukan berinvestasi, melainkan berspekulasi. Membeli saham-saham terbaik (di industrinya), hampir pasti selalu memberikan keuntungan setiap tahun, serta potensi kenaikan harga dari waktu ke waktu.
2. Takut Ditipu
Hal berikutnya adalah ketakutan membayangkan bahwa kita mungkin ditipu. Saham, reksadana,dan obligasi adalah produk keuangan yang resmi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangam(OJK). Instrumen-instrumen ini jelas real. Diluar sana sampai kapanpun juga, tentu saja ada pihak-pihak yan berniat menipu, dalam berbagai bentuk. Berpikir secara bijak dan memahami secara rasional produk-produk investasi adalah langkah awal terbaik untuk terhindar dari risiko tertipu. Saham adalah salah satu produk terbaik untuk kita memulai langkah awal untuk berinvestasi.
Takut dengan hitung-hitungan yang rumit
Salah satu hal yang membuat banyak orang enggan untuk berinvestasi adalah investasi sangat identik dengan hitung-hitungan,angka-angka,pembukuan,dan matematika. Hal ini memicu pemikiran tentang investasi yang njlimet. Analisis ini itu, perhitungan sana-sini.
Buang semua pemikiran yang seperti itu, kita tidak perlu membuat investasi terlihat menjadi serumit itu. Tanpa bermaksud mengatakan bahwa investasi itu juga sesuatu yang sangat mudah. Satu hal yang pasti, investasi itu sederhana. Seperti disebutkan di atas, tengok saja perusahaan-perusahaan terbaik dibidangnya.
3. Takut Kalah atau Rugi
Ketika kita memperlakukan saham sebagai produk spekulasi, kita akan berhadapan dengan istilah menang dan kalah. Namun, saat kita menempatkan saham  sebagai instrumen investasi, tentusaja masih ada kemungkinan rugi. Namun negeri ini bertahun-tahun memiliki setumpuk investasi yang terbukti menguntungkan, dan masih juga menapak masa depan dengan begitu besar potensi keuntungan.
"Saat ini cukup dengan selembar uang pecaha terbesar negeri ini, kita sudah bisa  menjadi investor saham. Begitu banyak alasan untuk kita memulai investasi dan tidak perlu takut. Lagipula, memulai dengan uang Rp100.000 tidaklah menyakitkan kan?

0 comments :

Post a Comment