Kenapa Menggunakan Kata Nabung Bukan Investasi
Tepatnya 12
November 2015, ada pengertian baru yang dilekatkan pada kata “nabung”. Yuk
Nabung Saham, diamna kata “nabung” ditempatkan, menjadi sebuah jargon baru
pasar modal. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bahwa kata
dasar “tabung” salah satunya berarti “celengaan”, dan kata “menabung” atau
disingkat “nabung” dalam konteks tulisan ini berarti memasukkan uang di
celengan, pos, bank, dan sebagainya.
Kenapa bursa efek
Indonesia tidak memilih kelompok kata “Yuk Investasi Saham” atau “yuk Main
Saham”?
Investasi adalah kata yang ingin dihindari. Persepsi yang mahal, butuh uang banyak dan miliknya orang berpunya, menjadi alasan utama, selain terkesan rumit dan identik dengan orang-orang terpelajar. Kata “main saham” malah sangat tidak nyaman rasanya bahwa kata ini telah digeneralisasi dan dialamatkan kepada mereka yang bertransaksi di bursa efek. Ya, kelompok terakhir ini lebih berhak menyandang predikat pemain saham. Karenaa itulah “Yuk Nabung Saham” meluncur.
Investasi adalah kata yang ingin dihindari. Persepsi yang mahal, butuh uang banyak dan miliknya orang berpunya, menjadi alasan utama, selain terkesan rumit dan identik dengan orang-orang terpelajar. Kata “main saham” malah sangat tidak nyaman rasanya bahwa kata ini telah digeneralisasi dan dialamatkan kepada mereka yang bertransaksi di bursa efek. Ya, kelompok terakhir ini lebih berhak menyandang predikat pemain saham. Karenaa itulah “Yuk Nabung Saham” meluncur.
"Yuk Nabung Saham bukan ajakan untuk bermain saham, apalagi berspekulasi dengan saham. Kampanye ini ditujukan untuk kita membeli saham secara berkala dan dengan orientasi jangka panjang.
0 comments :
Post a Comment